Postingan

PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH)

  Pembangunan erat kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat agar tercipta sebuah kesejahteraan. Dalam mewujudkan kesejahteran masyarakat, pemerintah juga harus memperhatikan masalah kemiskinan. Karena kemiskinan merupakan masalah umum bagi suatu Negara yang tidak dapat dilepaskan dari masalah pemenuhan kebutuhan hidup. Selain itu di dalam pasal 34 ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945 menyebutkan bahwa “fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara” . Untuk meminimalisir permasalahan kesejahteraan sosial, khususnya kemiskinan maka pemerintah Indonesia saat ini memiliki beberapa program penanggulangan kemiskinan. Program tersebut salah satunya tertuang dalam PERMENSOS RI No.1 Tahun 2018 Tentang Program Keluarga Harapan (PKH). Dalam PERMENSOS RI No.1 Tahun 2018 pasal 3 disebutkan bahwa “ Sasaran PKH merupakan keluarga dan/atau seseorang yang miskin dan rentan serta terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin, memiliki komponen kesehatan, pendidikan, ...

HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA

             Hari lingkungan hidup sedunia atau World Environment Day (WED) diperingati setiap tanggal 5 juni. Tentu peringatan ini mengingatkan kita akan bumi yang keberadaannya harus dijaga agar setiap makhluk yang hidup di dalamnya dapat hidup sejahtera.           Awal mulanya hari lingkungan hidup sedunia dicetuskan dalam konferensi stockholm di Swedia yang dimulai pada tanggal 5-16 Juni 1972, dalam konferensi ini Jepang dan Snegal mengusulkan agar adanya hari lingkungan hidup sedunia. Konferensi ini juga merupakan konferensi pertama PBB terkait lingkungan hidup manusia. Konferensi ini dilaksanakan atas dasar kesadaran dari negara-negara peserta, terutama negara maju yang banyak mengalami permasalahan lingkungan akibat kemajuan dan perkembangan teknologi yang pesat. Dalam konferensi ini membahas masalah-masalah lingkungan serta jalan keluarnya bagi pembangunan ke depan. Adapun beberapa hal yang di...

BALIHO POLITISI DITENGAH PANDEMI COVID-19

 Banyaknya pemasangan baliho bernuansa politisi dan kompetisi untuk pemilu 2024 ditengah wabah pandemi covid-19 dinilai tidak efektif dilakukan saat ini, karena hal ini dilakukan jauh sebelum kontestasi dimulai serta ditengah masyarakat yang terbebani pandemi. Justru yang seharusnya dilakukan oleh para politisi yaitu mendengar, merasakan, melihat apa yang dibutuhkan publik hari-hari ini utamanya bagi masyarakat yang terdampak dari pandemi ini. Karena besaran biaya yang dihabiskan untuk pemasangan baliho, seharusnya bisa digunakan untuk membantu penanganan pandemi. Para elit politik sejatinya berempati terhadap persoalan rakyat saat ini. Artinya, ketika terjadi pandemi covid-19 sejatinya elite politik harus lebih giat memberikan bantuan kepada rakyat, bukan justru sebaliknya dengan sibuk mencari popularitas semata. Selain itu, saat ini eranya media sosial sehingga upaya para elite politik untuk mendongkrak popularitas melalui baliho dianggap sudah tidak lagi memberikan kontribusi si...