HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA

          Hari lingkungan hidup sedunia atau World Environment Day (WED) diperingati setiap tanggal 5 juni. Tentu peringatan ini mengingatkan kita akan bumi yang keberadaannya harus dijaga agar setiap makhluk yang hidup di dalamnya dapat hidup sejahtera.

         Awal mulanya hari lingkungan hidup sedunia dicetuskan dalam konferensi stockholm di Swedia yang dimulai pada tanggal 5-16 Juni 1972, dalam konferensi ini Jepang dan Snegal mengusulkan agar adanya hari lingkungan hidup sedunia. Konferensi ini juga merupakan konferensi pertama PBB terkait lingkungan hidup manusia. Konferensi ini dilaksanakan atas dasar kesadaran dari negara-negara peserta, terutama negara maju yang banyak mengalami permasalahan lingkungan akibat kemajuan dan perkembangan teknologi yang pesat. Dalam konferensi ini membahas masalah-masalah lingkungan serta jalan keluarnya bagi pembangunan ke depan. Adapun beberapa hal yang disepakati dalam konferensi ini yaitu:

a.     Deklarasi Stockholm, berisi prinsip-prinsip yang harus digunakan dalam mengelola lingkungan hidup di masa depan melalui penerapan hukum lingkungan internasional.

b. Rencana aksi, mencakup perencanaan dalam hal permukiman, pengelolaan sumber daya alam, pengendalian pencemaran lingkungan, pendidikan serta informasi mengenai lingkungan hidup.

c.    Segi kelembagaan, dibentuknya United Nations Environment Program (UNEP) yaitu badan PBB yang menangani program lingkungan dan berpusat di Nairobi, Kenya, Afrika.

 

 Pada tahun 2020 ini, hari lingkungan hidup sedunia mengangkat tema “Time for nature” yang mengajak seluruh penduduk dunia untuk menyadari bahwa makanan yang dimakan, air yang diminum, dan ruang hidup di planet yang ditinggali merupakan sebaik-baiknya manfaat dari alam sehingga  harus dijaga kelestariannya.

 Dalam Practical Guide World Environment Day 2020, peringatan hari lingkungan hidup ini berfokus pada Biodiversitas atau keanekaragaman hayati karena keanekaragaman hayati adalah fondasi yang mendukung semua kehidupan di darat dan di air. Selain itu hal ini juga mengingatkan kita untuk melindungi dan melestarikan satu juta spesies tumbuhan dan hewan yang sedang menghadapi kepunahan, kepunahan berbagai spesies tumbuhan dan hewan ini dapat disebabkan perubahan iklim dan perbuatan manusia yang masih memburu satwa, membabat hutan, dan mencemari lingkungan. Padahal keanekaragaman hayati ini penting untuk kehidupan manusia, karena sumber makanan dan obat-obatan yang kita konsumsi sehari-hari berasal dari tumbuhan dan hewan, selain itukeberadaan makhluk hidup ini juga penting bagi ekosistem dan menjaga rantai makanan terus eksis.

    Dalam sambutan menteri LHK pada peringatan hari lingkungan hidup sedunia 2020, disampaikan bahwa pandemi ini telah memberikan pelajaran berharga kepada kita agar selalu menjaga keseimbangan alam. Ketika hampir semua negara melakukan lockdown, kegiatan industri tutup, mobilitas manusia turun 90% maka diberbagai belahan dunia mengalami perbaikan kualitas udara dan kualitas air. Berkurangnya tekanan manusia terhadap alam menyebabkan alam memperbaiki dirinya sendiri, ketika kehidupan manusia menjadi normal kembali maka perbaikan kualitas lingkungan diharapkan agar tetap ditingkatkan.

Komentar